Yovita Chyka P.Blolong
Kelas A
SUKSES
TERBESAR DALAM HIDUPKU
Sukses
merupakan sebuah ukuran dengan satuan relatif. Sukses pada perspektif setiap
orang pastilah berbeda-beda, tergantung dari tujuan yang akan diraihnya. Pada
intinya sukses adalah dapat mencapai tujuan dengan jalan yang benar, bukan
sukses namanya jika proses yang dilaluinya tidak benar. Proses lebih penting
dari pada hasil, dengan menghargai proses maka seseorang akan menyadari betapa
berharga setiap detik yang dilalui untuk mencapai kesuksesan.
Bicara
sukses berarti bicara ukuran. Sebuah ukuran yang akan digunakan untuk mengukur
sukses itu sudah tercapai atau belum. Ukuran tersebut akan berbeda-beda tiap
orangnya. Seorang karyawan mungkin mematok ukuran suksesnya melalui pencapaian
karir. Seorang mahasiswa mungkin menentukan ukuran suksesnya dengan perolehan
IPK-nya. Seorang pengusaha merasa sukses ketika omzet penjualannya mencapai
angka tertentu, dan sebagainya. Dengan demikian, sukses itu bisa dibilang
subjektif. Lain orang, lain pula ukurannya.
Bagi saya, sukses dalam hidup itu
bersifat diskrit, terdiri dari elemen-elemen berbeda dan kadang tidak
berhubungan. Dengan demikian, seseorang sebenarnya telah, sedang, dan akan
terus mengalami banyak kesuksesan dalam hidupnya. Tinggal bagaimana persepsi
seseorang dalam menilai setiap peristiwa dalam hidupnya, apakah dinilai sebagai
sebuah kesuksesan atau sebaliknya. Masalahnya, sering kali ukuran sukses itu
adalah sesuatu yang terlalu mainstream. .
Kekayaan, jabatan, karir, dan status sosial seringkali menjadi
ukuran utama kesuksesan seseorang. Padahal, seseorang bisa saja membuat ukuran
sukses yang sederhana. Bagi mahasiswa misalnya, tidak menyontek dalam ujian
adalah kesuksesan. Bagi seorang karyawan, mampu menyelesaikan setiap tugasnya dengan
baik juga merupakan kesuksesan. Bagi saya, sukses terbesar adalah ketika saya
bisa bermanfaat bagi orang lain. Terdengar klise memang, tetapi tidak jika
dipahami lebih dalam. Bagi saya, ukuran sukses yang cenderung mainstrem tidaklah
masalah. Namun, semata-mata menjadi sukses dengan ukuran mainstream saja
rasanya ada yang kurang. Ibarat sayur kurang garam, kurang sedap dirasa. Oleh
sebab itu, menambahkan bumbu “bermanfaat bagi orang lain” akan menambah sedap
kesuksesan tersebut.
Sukses
merupakan suatu keberhasilan yang disertai dengan rasa syukur kepada Tuhan
semesta alam yang telah memberikan segala nikmat untuk kita. Memandang
kesuksesan sama dengan memandang kegagalan. Sukses dan gagal adalah seperti dua
sisi dalam satu koin yang sama. Setiap usaha bisa saja menjadi sukses jika kita
menikmati dan mensyukurinya. Kegagalan juga bisa dikatakan sukses jika kita
bangkit dan berani untuk kembali gagal. Setiap orang memiliki jatah sukses dan
gagal yang sama. Selagi kuat dan mampu lebih baik kita menghabiskan jatah gagal
kita dimasa muda, jangan dimasa tua, apalagi jika kegagalan harus dibawa mati.
Bagi orang yang tidak bisa bersyukur maka setiap suksesnya bisa menjadi gagal.
Orang yang sulit bersyukur tidak akan pernah bisa merasa bahagia atas
keberhasilan yang telah diraihnya sehingga ia tidak akan bisa menemukan
kesuksesan yang sesungguhnya.
Jika
dalam kehidupan seseorang itu berisi kesuksesan-kesuksesan sederhana yang
berbeda-beda, maka pertanyaan tentang “sukses terbesar dalam kehidupan” akan
menjadi pertanyaan yang cukup menantang. Mana yang menjadi sukses terbesar?
Tidak menyontek saat ujiankah? Lulus dengan IPK cum laude-kah? Memiliki
karir yang baguskah? Atau yang mana? Lagi-lagi suatu hal yang subjektif.Memiliki image yang
baik dan mampu bersosialisasi dalam masyarakat adalah sebuah keberhasilan yang
menunjukan bahwa setidaknya saya telah mampu menerapkan pembelajaran hidup
bersama yang ada pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
(PPKn) saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun jika setiap detik
disyukuri maka setiap detiknya adalah kesuksesan.
Sukses yang besar dalam hidup adalah
ketika saya bisa membuat orang-orang disekitarku tersenyum dan merasa terbantu
dengan kehadiran saya. Semakin banyak orang yang dibuat tersenyum bahagia maka
semakin besar ukuran sukses bagi saya. Salah satu usaha untuk membuat
orang-orang disekitar tersenyum adalah dengan menjadikan diri sendiri
bermanfaat. Bukan berarti dimanfaatkan tetapi memberikan manfaat kepada orang lain.
Banyak hal yang bisa dikatakan bermanfaat, salah satunya adalah dengan berbagi
ilmu yang telah didapatkan. Di dunia pendidikan jika kita hanya mendengar maka
kita akan cepat lupa, jika kita melihat maka kita akan ingat, jika kita berbuat
maka kita akan bisa melakukan, tapi jika kita berbagi maka kita akan ingat dan
akan bisa. Berbagi akan membuat kita selalu hidup walaupun waktu telah berlalu
meninggalkan kehidupan. Menjadikan asas kebermanfaatan bagi orang
lain sebagai pondasi kesuksesan akan menambah kokoh kesuksesan itu sendiri.
Sebaliknya, menafikannya akan membuat bangunan kesuksesan itu berpotensi runtuh
sewaktu-waktu. Saya merasakan betul hal ini ketika berstatus sebagai mahasiswa
Menjadi mahasiswa, apalagi di jurusan Pendidikan Matenatika dan perguruan tinggi swasta yang favorit
adalah sebuah kesuksesan tersendiri bagi saya. Hal ini ditambah kenyataan bahwa
kesempatan untuk berkuliah adalah sesuatu yang agak langka bagi sebagian orang
di negeri ini. Pada saat itulah, nilai sesungguhnya dari kesuksesan itu diuji.
Seberapa bermanfaatkah saya ketika menjadi mahasiswa? Apalagi, menjadi
mahasiswa adalah momentum yang sangat tepat dalam melatih diri untuk menjadi
bermanfaat bagi sesama.
Selanjutnya,
bagian terpenting dari sebuah kesuksesan yang bermanfaat, menurut saya, adalah
usaha seseorang dalam menjadikan kesuksesan itu bermanfaat, bukan hasilnya.
Maksudnya, seberapa terasa manfaat dari sebuah kesuksesan bagi sesama itu
penting, namun usaha dan proses menuju ke arah itu justru lebih penting. Sebagaimana
petuah yang sering disampaikan, “yang penting itu prosesnya, bukan hasilnya”,
maka begitu pula berlaku dalam hal ini. Dengan demikian, sejauh mana usaha saya
untuk menjadikan kesuksesan yang telah diraih bisa dinikmati pula oleh sesama
merupakan bagian yang saya anggap paling penting. Adapun masalah hasil dari
usaha itu, biarlah orang lain yang menilai.
Dengan menyadari hal ini, saya termotivasi untuk selalu
berbuat yang terbaik tanpa sibuk memikirkan hasilnya. Saya tidak mengatakan
bahwa hasil itu tidaklah penting. Hasil itu penting, karena hal itulah yang
biasanya kasat mata dan bisa dinikmati oleh orang lain. Akan tetapi, saya
berkeyakinan bahwa hasil terbaik akan lahir dari usaha yang terbaik pula.
Dengan melakukan yang terbaik, maka hasil yang terbaik tinggal masalah waktu.
Oleh karena itu, lakukanlah yang terbaik dalam upaya menjadikan kesuksesan kita
bermanfaat bagi sesama, maka manfaat terbaik dari kesuksesan kita itu akan
benar-benar bisa dirasakan oleh sesama.
Sebagai penutup tulisan singkat ini,
saya mengajukan sebuah definisi tentang sukses. Menurut saya, sukses adalah
ketika Anda bisa bermanfaat bagi orang lain. Kata “ketika” yang merupakan
preposisi waktu, menandakan bahwa sukses bisa terjadi kapan saja, tidak ada
batasan waktu tertentu. Satu-satunya yang menjadi tolok ukur adalah “bermanfaat
bagi orang lain”. Oleh karena itu, setiap kali Anda bisa bermanfaat bagi orang
lain, setaip kali itu pula Anda telah sukses. Demikianlah, kalimat ringkas
tersebut selain mampu mendefinisikan kata “sukses” itu sendiri, juga mampu
menjawab pertanyaan: apakah yang menjadi sukses terbesar dalam hidupmu?
YOVITA CIKA P.BLOLONG
NO.REGIS :13115051

Tidak ada komentar:
Posting Komentar