A. Perkembangan
Masa Kanak-Kanak
1.
Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik anak ditandai
dengan hilangnya ciri-ciri perut yang menonjol, seperti halnya kaki dan tubuh
yang berkembang lebih cepat daripada kepala mereka. Masa ini anak-anak juga
mengalami perkembangan yang menunjuk sebelah sisi tubuh, hal ini bisa dilihat
ketika mereka menggunakan tangan yang satu lebih cepat dari yang lain.
2.
Kemampuan Kognitif
Menurut Piaget ada beberapa tahapan
perkembangan kognitif yang terjadi selama masa kanak-kanak sampai remaja, yaitu
Sensori-motorik (0-2 tahun), Praoperasional (2-7 tahun), Operasional (7-11
tahun), Operasional Formal (11 thn-dewasa).
3.
Perkembangan Bahasa
Pada mulanya, anak hanya mengucapkan
satu kata, misalnya pergi,naik,atau jalan. Setelah itu mereka mulai mengatur
kata-kata dalam kalimat dengan menggunakan dua kata yang sederhana yang disebut
telegraphic speech, seperti papa pergi, ingin minum. Tahap selanjutnya anak
mulai belajar tata bahasa dan aturan-aturan dalam membuat kalimat yang lebih
kompleks dan juga memakai nada suara tinggi rendah.
4.
Perkembangan Sosioemosional
Perkembangan sosial pada masa
kanak-kanak tumbuh dari hubungan mereka yang erat dengan orang tua atau
pengasuh-pengasuh lain, termasuk anggota keluarga. Interaksi sosial diperluas
dari rumah ke tetangga, dan dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar.
5.
Perkembangan Moral
Belajar berperilaku merupakan salah
satu tugas perkembangan yang penting di masa kanak-kanak. Seperti kita ketahui,
anak-anak berbeda dengan orang dewasa dalam hal perkembangan kognitif dan
pribadi. Mereka juga berbeda dalam hal pertimbangan moral. Di sini ada dua
orang tokoh yakni Piaget dan Kohlberg yang mengemukakan tentang teori
perkembangan moral.
6.
Pengajaran sebelum Sekolah dan di Taman Kanak-Kanak
a.
Mendorong Perkembangan Kognitif dan Bahasa
Di sini guru dapat mendorong
anak-anak untuk melakukan kegiatan yang bersifat seni yang diperlukan untuk
mengerti bahasa simbolik. Selain itu guru juga dapat mendorong keterlibatan
anak-anak dengan membacakan suatu cerita atau hal-hal yang bersifat ilmiah.
b.
Mendorong Perkembangan Sosioemosional
Guru memberikan berbagai macam bahan
pelajaran berupa boneka,balok-balok,pensil berwarna,dan ruang bermain yang
mendorong untuk bermain bersama.
7.
Pengajaran di Sekolah Dasar
Satu prinsip yang penting adalah
bahwa sebagian besar anak-anak di SD masih dalam tahap perkembangan emosional
konkret. Karena itu, mereka kurang mampu untuk berpikir abstrak seperti masa
remaja.
B.
Perkembangan Masa Pra–remaja
1.
Perkembangan Fisik
Selama di sekolah dasar,
perkembangan fisik anak-anak tumbuh lebih lambat dibandingkan ketika mereka
memasuki masa kanak-kanak. Anak-anak pada masa ini mengalami perubahan yang
relatif sedikit.
2.
Perkembangan Kognitif
Berpikir logis adalah sifat-sifat
atau ciri-ciri pada masa ini. Anak-anak dapat membayangkan hasil ramalan secara
tepat, meskipun dicoba oleh ahli-ahli psikologi perkembangan.
3.
Perkembangan Sosioemosional
Selama masa ini, banyak orang-orang
atau lembaga yang telah mempengaruhi sosial anak-anak. Di antara mereka adalah
keluarga, teman sebaya, sekolah, maupun tayangan televisi. Pada masa ini
hubungan antar teman menjadi sangat penting dalam membuat suatu kelompok atau
sebuah persahabatan.
C. Perkembangan
Selama Masa Remaja
1.
Perkembangan Fisik
Pubertas adalah suatu rangkaian
perubahan fisik yang membuat organisme secara matang mampu berproduksi. Hampir
setiap organ dan sistem tubuh dipengaruhi oleh perubahan ini.
2.
Perkembangan Kognitif
Selain perubahan tubuh pada
pubertas, otak dan fungsi otak juga berubah. Indikasinya bisa dilihat dari skor
tes intelegensi yang besar melebihi beberapa tahun dari umur yang seharusnya.
Dalam teori Piagetian mereka menilai, pengalaman dengan masalah yang kompleks,
tuntutan dari pengajaran formal, dan tukar menukar ide yang berlawanan dengan
kelompok remaja.
3.
Perkembangan Sosioemosional
Remaja mulai melihat lebih dekat
diri mereka sendiri untuk mendefinisikan bahwa diri mereka berbeda. Mereka
mulai menggunakan keterampilan intelektualnya dalam memutuskan
kemungkinan-kemungkinan,sehingga mudah menjadi tidak puas dengan diri mereka
sendiri.
a.
Identitas
1)
Mereka menaruh perhatian besar pada cara orang lain memandang mereka
2)
Mereka mencari sesuatu yang sudah berlalu
3)
Mereka bertindak pada perasaan dan mengekspresikan kepercayaan serta
pendapatnya
b.
Otonomi
c.
Penyesuaian Diri
d.
Perkembangan Pribadi
e.
Keintiman
f.
Hubungan dengan Kelompok Teman Sebaya
g.
Berkencan
4.
Pengajaran di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas
a.
Mendorong Perkembangan Kognitif
b.
Mendorong Perkembangan Sosioemosional
c.
Mendorong Perkembangan Pribadi dan Perkembangan Sosial
5.
Masalah-Masalah Remaja
a.
Kenakalan Remaja
b.
Gangguan Emosi
c.
Penyalahgunaan Obat Bius dan Alkohol dan Kehamilan
PERKEMBANGAN
MASA DEWASA
Istilah
adult berasal dari kata kerja Latin, seperti juga istilah adolescene -
adolescere yang berarti “tumbuh menjadi kedewasaan.” Oleh karena itu, orang
dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan siap
menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Pada
sebagian besar kebudayaan kuno, status ini tercapai apabila pertumbuhan
pubertas sudah selesai atau hampir selesai dan apabila organ kelamin anak telah
berkembang dan mampu berproduksi. Belum lama ini, dalam kebudayaan Amerika
seorang anak belum resmi dianggap dewasa kalau ia belum mencapai umur 21 tahun.
Sekarang, umur 18 tahun merupakan umur dimana seseorang dianggap dewasa secara
syah. Dengan meningkatnya lamanya hidup atau panjangnya usia rata-rata orang
maka masa dewasa sekarang mencakup waktu yang paling lama dalam rentang hidup.
A. CIRI-CIRI MASA DEWASA
Masa dewasa ini merupakan periode penyesuaian diri terhadap
pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang dewasa muda
diharapkan memainkan peran baru, seperti peran suami/istri, orang tua, dan
pencari nafkah, dan mengembangkan sikap-sikap baru, keinginan-keinginan dan
nilai-nilai baru sesuai dengan tugas-tugas baru ini. Penyesuaian diri ini
menjadikan periode ini suatu periode khusus dan sulit dari rentang hidup
seseorang. Dibawah ini di uraikan secara ringkas ciri-ciri yang menonjol dalam
tahun-tahun masa dewasa.
1. Masa Dewasa sebagai “Masa Pengaturan” Telah dikatakan
bahwa masa anak-anak dan masa remaja merupakan periode “pertumbuhan” dan masa
dewasa merupakan masa “pengaturan” (settle down). Pada generasi-generasi
terdahulu berada pandangan bahwa jiika anak laki-laki dan wanita mencapai usia
dewasa secara syah, hari-hari kebebasan mereka telah berakhir dan saatnya telah
tiba untuk menerima tanggungjawab sebagai orang dewasa. Ini berarti bahwa pria
muda mulai membentuk bidang pekerjaan yang akan ditanganinya sebagai kariernya,
sedangkan wanita muda diharapkan mulai menerima tanggungjawab sebagai ibu dan
pengurus rumah tangga. Kapan orang muda masa kini memulai hidup rumah tangga
bergantung pada dua faktor. Pertama, cepat tidaknya mereka mampu menemukan pola
hidup yang memenuhi kebutuhan mereka kini dan pada masa depan. Faktor kedua
yang menentukan kemantapan pilihan seseorang bekerja tenggungjawab yang harus
dipikulnya sebelum ia mulai berkarya.
2. Masa Dewasa sebagai “Usia Reproduktif” Orang tua
(Parenthood) merupakan salah satu peran yang paling penting dalamhidup orang
dewasa. Orang yang kawin berperan sebagai orang tua pada waktu saat ia berusia
duapuluhan atau pada awal tigapuluhan; beberapa sudah menjadi kakek/nenek
sebelum masa dewasa ini berakhir. Orang yang belum menikah hingga menyelesaikan
pendidikan atau telah memulai kehidupankariernya, tidak akan menjadi orangtua
sebelum ia merasa bahwa ia mampu berkeluarga. Perasaan ini biasanya terjadfi
sesudah umurnya sekitar awal tigapuluhan. Demikian pula, jika wanita ingin
berkarier sesudah menikah, ia akan menunda untuk mempunyai anak sampai usia tiga
puluhan. Dengan demikian baginya hanyalah dasa warsa terakhir dari masa dewasa
ini merupakan “usia reproduktif”. Bagi orang yang cepat mempunyai anak dan
mempunyai keluarga besar pada awal masa dewasa atau bahkan pada tahun-tahun
terakhir masa remaja kemungkina seluruh masa dewasa ini merupakan masa
reproduksi.
3. Masa Dewasa sebagai “Masa Bermasalah” Dalam tahun-tahun
awal masa dewasa banyak masalah baru yang harus dihadapi sesorang. Dengan
menurunnya tingkat usia kedewasaan secara hukum menjadi 18 tahun pada tahun
1970, anak-anak muda telah dihadapkan pada banyak masalah dan mereka tidak siap
untuk mengatasinya. Dari awal masa dewasa, rata-rata orang Amerika zaman
sekarang disibukkan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan penyesuaian
diri dalam berbagai aspek utama kehidupan orang dewasa. Dalam dasawarsa 30
tahun sampai 40 tahun, penyesuaian diri lebih dipusatkan pada hubungan dalam
keluarga, karena umumnya pada usia ini orang menyadari bahwa sulit untuk
memilih pekerjaan lain atau mencoba-coba mengembangkan suatu kemampuan baru.
Oleh karena itu, pada umumnya pria mengadakan penyesuaian diri terlebih dulu
terhadap pekerjaan, dan baru kemudian memusatkan perhatian pada upaya
penyesuaian diri yang berkaitan dengan masalah-masalah peran sebagai orang tua.
Ada banyak alasan mengapa penyesuaian diri terhadap masalah-masalah pada masa
dewasa begitu sulit. Tiga di antaranya khususnya bersifat umum sekali. Pertama,
sedikit sekali orang muda yang mempunyai persiapan untuk menghadapi jenis-jenis
masalah yang perlu di atasi sebagai orang dewasa. Kedua, mencoba menguasai dua
atau lebih ketrampilan serempak biasanya menyebabkan kedua-duanya kurang
berhasil. Ketiga, dan mungkin yang paling berat dari semuanya, orang-orang muda
itu tidak memperoleh bantuan dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah
mereka; tidak seperti sewaktu mereka tidak dianggap belum dewasa.
4. Masa Dewasa sebagai “Masa Ketegangan Emosional” Sekitar
awal atau pertengahan umur tiga puluhan, kebanyakan orang muda telah mampu
memecahkan masalah-masalah mereka dengan cukup baik sehingga menjadi stabil dan
tenang secara emosional. Apabila ketegangan emosi terus berlanjut sampai usia
tigapuluhan, hal itu umunya nampak dalam bentuk keresahan. Apa yang diresahkan
orang-orang muda itu tergantung dari masalah-masalah penyesuaiandiri yang harus
dihadapi saat itu dan berhasil tidaknya mereka dalam upaya penyelesaian itu.
5. Masa Dewasa sebagai “Masa Keterasingan Sosial” Dengan
berakhirnya pendidikan formal dan terjuunnya seseorang kedalam pola kehidupan
dewasa, yaitu kerier, perkawinan dan rumah tangga, hubungan dengan teman-teman
kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang, dan berbarengan dengan itu
keterlibatab dalam kegiatan kelompok diluar rumah akan terus berkurang. Sebagai
akibatnya, untuk pertama kali sejak bayi semua orang muda, bahkan yang
populerpun, akan mengalami keterpencilan sosial atau apa yang disebut Erikson
sebagai “krisis keterasingan”. Keterasingan diintensifkan denagn adanya
semangat bersaing dan hasrat kuat untuk maju dalam karier – dengan demikian
keramahtamhan masa remaja di ganti dengan persaingan dalam masyarakat dewasa –
dan mereka juga harus mencurahkan sebagian besar tenaga mereka untuk pekerjaan
mereka, sehingga mereka hanya dapat menyisihkan waktu sedikit untuk sosialisasi
yang diperlukan untuk membina hubungan-hubungan yang akrab. Akibatnya, mereka
menjadi agosentis dan ini tentunya menambah kesepian mereka.
6. Masa Dewasa
sebagai “Masa Komitmen” Seorang pelajar yang sepenuhnya tergantung pada
orangtua menjadi orang dewasa mandiri, maka mereka menentukan pola hidup baru,
memikul tanggung jawab baru dan membuat komitmen-komitmen baru, meskipun
pola-pola hidup, tanggungjawab dan komitmen-komitmen baru ini mungkin akan
berubah juga, pola-pola ini menjadi landasan yang akan membentuk pola hidup,
tanggungjawab dan komitmen-komitmen di kemudian hari.
7. Masa Dewasa sebagai “Masa Perubahan Nilai” Ada beberapa
alasan yang menyebabbkan perubahan nilai pada masa dewasa dini, Pertama jika
orang muda dewasa ingin diterima oleh anggota-anggota kelompok orang dewasa,
mereka harus menerima nilai-nilai kelompok ini, seperti juga sewaktu
kanak-kanak dan remaja mereka harus menerima nilai-nilai kelompok teman sebaya.
Kedua, orang-orang muda itu segera menyadari bahwa kebanyakan kelompok sosial
berpedoman pada nilai-nilai konvesional dalam hal keyakinan-keyakinan dan
perilaku seperti juga halnya dalam hal penampilan. Ketiga, orang-orang yang
muda menjadi bapak – ibu tidak hanya cenderung mengubah nilai-nilai mereka
lebih cepat daripada mereka yang tida kawin atau tidak punya anak, tetapi
mereka juga bergeser kepada nilai-nilai yang lebih koservatif dan lebih
tradisional. 8. Masa Dewasa sebagai “Masa Penyesuaian Diri dengan Cara Hidup
Baru” Dalam masa dewasa ini gaya-gaya hidup baru paling menonjol di bidang
perkawinan dan peran orangtua. Sebagai pengganti masa perkenalan muda-mudi gaya
tradisional, banyak orang muda zaman sekarang menganggap hubungan seks sebelum
perkawinan sebagai suatu bagianmasa perkenalan yang dapat di terima. Khususnya
mereka yang kuliah di akademi dan perguruan tinggi sehingga hal itu juga telah
dianggap sebagai bagian poola masa pacaran masa kini. Menyesuaikan diri pada
suatu gaya hidup yang baru memang selalu sulit, terlebih-lebih bagi kaum muda
zaman sekarang karena persiapan yang mereka terima sewaktu masih anak-anak dan
dimasa remaja biasanya tidak berkaitan atau bahkan tidak cocok dengan gaya-gaya
hidup baru ini, sebagai contoh: orang-orang muda masa kini jarang sekali
dipersiapkan agar mampu memikul tanggungjawab sebagai orangtua tunggal atau
tugas ganda sebagai orangtua dan pencari nafkah di luar rumah.
9. Masa Dewasa sebagai “Masa Kreatif” Bentuk kreatifitas
yang akan terlihat sesudah ia dewasa akan tergantung pada minat dan
kemampuanindividual, kesempatan untuk mewujudkan keinginan dan
kegiatan-kegiatan-kegiatan yang memberikan kepuasan sebesar-sebesarnya. Ada
yang menyalurkan kreatifitasnya ini melalui hobi, ada yang menyalurkannya
melalui pekerjaan yang memungkinkan ekspresikreativitas. Sewaktu remaja, perempuan
lebih banyak diberikan kesempatan untuk berkreasi dari pada anak laki-laki,
karena kreativitas itu dari segi kepantasan seks di anggap lebih pantas untuk
wanita dari pada untuk pria. Oleh karena itu, sebagai wanita muda mereka
cenderung lebih kreatif daripada laki-laki dalam hal apapunyang mereka lakukan,
baik dalam pakian mereka, pengaturan rumah, atau hobi mereka. Meskipun
demikian, kesempatan ini banyak terhalang karena tugas-tugas rumah tangga dan
pengasuhan anak. Oleh sebab itu, waktu mereka sudah setengah baya, prestasi
kreativitas mereka kurang berkembang dibandinhykan dengan prestasi pria yang
pada awal masa dewasa kurangkreatif dari wanita.
B. PERUBAHAN MINAT PADA MASA DEWASA
Kondisi-kondisi yang mempengaruhi perubahan minat pada masa
dewasa: a. Perbuhan dalam kondisi kesehatan Menjelang usia setengah baya,
umumnya orang merasa bahwa kekuatan dan daya tahannya tidak lagi seperti
semula. Oleh sebab itu mereka bergeser pada minat-minat yang tidak begitu
memerlukan kekuatan dan daya tahan, terurama dalam rekreasi mereka. b.
Perubahan dalam status ekonomi Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung
memperluas minat mereka untuk mencakup hal-hal yang semula belum mampu mereka
laksanakan. Sebaliknya, kalau status ekonomi mengalami kemunduran maka orang
cenderung mempersempit minat mereka. c. Perubahan dalam pola kehidupan Orang
muda harus meninjau kembali minat-minat lama mereka dari segi waktu, tenaga,
dana dan persahabatan mereka untuk mengetahui apakah hal-hal ini sesuai dengan
pola-pola kehidupan mereka yang baru atau apakah hal-hal itu masih memebrikan
kepuasan seperti dulu. d. Perubahan dalam nilai Nilai-nilai baru yang diperoleh
seseorang mempengaruhi minat yang sudah ada atau dapat menunmbuhkan minat baru.
e. Perubahan peran seks Pola kehidupan wanita dewasa sangat berbeda dengan pola
kehidupan pria dewasaoleh sebab itu perubahan minat berdasarkan seks menjadi
semakin besar di bandingkan pada masa remaja. f. Perubahan dari ststus belum
menikah ke status menikah Karena pola kehidupan yang berbeda, orang-orang yang
tidak menikah mempunyai minat yang berbeda dari mereka yang menikah yang sama
usianya. g. Menjadi orang tua Pada waktu orang-orang muda itu menjadi orang
tua, mereka umumnya tidak mempunyai waktu, uang atau tenaga untuk melanjutkan
minat mereka. Minat mereka berubah. Orientasi pada kehidupan keluarga
menggantikan orientasi pada diri sendiri. h. Perubahan kesenangan Apa yang
disenangi dan tidak disenangi sangat mempengaruhi minat seseorang dan akan
menjadi lebih kuat dengan bertambahnya usia dan ini menyebabkan minat yang
mantap setelah ia dewasa. i. Perubahan dalam tekanan-tekana budaya dan
lingkungan Pada tiap tahapan umum, minst seseorang di pengaruhi oleh
tekanan-tekana dari kelompok sosialnya. Jika nilai-nilai kelompok sosial
berubah, minat juga akan berubah. Minat Ada 2: 1. Minat pribadi Minat pribadi
selalu menyangkut seseorang tertentu. Minat pribadi yang kuat pada masa remaja
masih terbawa sampai pada masa dewasa. Minat pribadi yang kuat dapat
menyebabkan seseorang bersifat egosentris. Namun dengan bertambahnya tugas dan
tanggungjawab di tempat kerja, dirumah atau pada masa orang tua, minat
egosentris biasanya sedikit demi sedikit berkurang dan minat ssosial mulai
berkembang. Cntoh-contoh minat pribadi: a. Penampilan Ketika orang tumbuh
menjadi dewasa, pria dan wanita dewasa telah belajar untuk menerima
perubahan-perubahan fisik dan telah tahu pula memanfaatkannya. b. Pakaian dan
perhiasan Perhatian terhadap pakaian dan perhiasan tetap berperan kuat dalam
masa dewasa ini. Orang mengetahui bahwa penampilan itu penting bagi
keberhasilannya di semua bidang kehidupan, sehingga orang sering menghabiskan
banyak waktu dan uang untuk pakaian dan perhiasan. Peran pakaian pada masa
dewasa ialah: · meningkatkan Penampilan Orang-orang muda memilih pakaian yang
menonjolkan segi-segi positif dan menutupi segi negatifnya. Ketika tanda-tanda
ketuaan mulai tampak, mereka memilih pakaian yang membuatnya tampak lebih muda
dari usia sebenarnya. · Indikasi Status Sosial Orang dewasa muda, terutama
mereka yang banyak bergaul dalam lingkungan kerja maupun lingkungan social,
memakai pakaian sebagai symbol status yang mengidentifikasikannya dengan suatu
kelompok social tertentu. · Individualitas Meskipun pakaian di maksudkan untuk
menggolongkan seseorang dalam suatu kelompok social tertentu, orang juga
berupaya agar pakaiannya tetap menunjukkan identitasnya sebagai individu agar
diperhatikan dan dikagumi oleh anggota-anggota kelompoknya. · Prestasi
Sosio-ekonomi Pakaian dapat menunjukkan keberhasilan ekonomi seseorang secara
cepat dan subtil. Pakaian yang mahal, persediaan pakaian yang berlimpah,
pakaian yang dirangcang oleh desainer-desainer atau produk pabrik yang terkenal
menunjukkan bahwa pemakai memiliki banyak uang untuk membeli pakaian-pkaian
mewah. · Meningkatkan Daya Tarik Orang yang memiliki tubuh yang kurang seksi
biasanya memilih pakaian untuk meningkatkan daya tariknya. c. Simbol kedewasaan
Orang dewasa muda biasanya berusaha menunjukkan kepada orang tuanya dan
orang-orang dewasa lainnya bahwa dirinya bukan remaja lagi tetapi sudah
sepenuhnya dewasa dengan hak-hak, keistimewaannya, serta tanggungjawab yang
menyertainya. d. Simbol status Symbol status adalah tanda-tanda tertentu yang
membedakan seseorang dengan orang lain. Bentuknya dapat bermacam-macam, tetapi
bagi orang dewasa symbol status ini umumnya berbentuk mobil, rumah dalam
lingkungan bergengsi, keanggotaan klub, dan harta benda lainnya yang mewah. e.
Uang Orang-orang muda lebih tertarik pada uang karena dapat memenuhi kebutuhan
saat ini, daripada fungsi uang untuk hari depan. Orang beranggapan bahwa
apabila ia dapat memiliki atau mengerjakan hal-hal yang dimiliki atau
dikerjakan oleh orang-orang muda lainnya dari kelompok pilihannya, maka
pemilikan atau kegiatan-kegiatan itu akan mempercepat penerimaan dalam kalangan
itu serta memantapkan kedudukannya. f. Agama Biasanya, sesudah orang menjadi
dewasa ia telah dapat mengatasi keragu-raguan dibidang kepercayaan atau
agamanya, yang mengganggunya pada waktu ia masih remaja. Apabila seseorang
sudah berkeluarga, umumnya ia kembali pada agama, atau setidak-tidaknya ia
tampak menaruh cukup perhatian. Banyak faktor yang ikut menentukan kuat
tidaknya rasa keagamaan orang-orang muda dan perwujudan minat pada agama ini.
Faktor yang yang mempengaruhi minat keagamaan pada dewasa ini · Seks Wanita
cenderung lebih berminat pada agama daripada pria dan juga lebih banyak
terlibat aktif dalam ibadat dan kegiatan-kegiatan kelompok agama. · Kelas
Sosial Golongan kelas menengah sebagai kelompok, lebih tertarik agama dibandingkan
dengan golongan kelas yang lebih tinggi atau yang lebih rendah, orang lebih
banyak ambilbagian dalam kegiatan gereja, misalnya, dan banyak yang duduk dalam
kepengurusan organisasi keagamaan. · Lokasi Tempat Tinggal Orang-orang dewasa
yang tinggal di pedesaan dan di pinggir kota menunjukkan minat yang lebih besar
pada agama dari pada orang yang tinggaldi kota. · Latar Belakang Keluarga
Orang-orang dewasa yang di besarkan dalam keluarga yang erat beragama dan
menjadi anggota suatu gereja cenderung lebih tertarik pada agama dari pada
orang-orang yang di besarkan dalam keluarga yang jurang peduli pada agama. ·
Minat Religius Teman-teman · Orang dewasa dini lebih memperhatikan hal-hal
keagamaan jika tetangga-tetangga dan teman-temannya aktif dalam organisasi-organisasi
keagamaan dari pada apabila teman-temannya yang kurang peduli. · Pasangan dari
Iman yang Berbeda Pasangan yang berbeda agama cenderung kurang aktif dalam
urusan agama dari pada suami istri yang menganut agama yang sama. · Kecemasan
Akan Kematian Orang-orang dewasa yang cemas akan kematian atau mereka yang
sangat memikirkan hal kematian cenderung lebih memperhatikan agama dari pada
orang yang bersikap realistic. · Pola Kepribadian Semakin otoriter pola
kepribadian seseorang, semakin banyakperhatiannya pada agama per se dan semakin
kaku sikapnya terhadap agama-agama lainnya. Sebaliknya, orang yang memiliki
pribadi yang berpandangan seimbang lebih luwes terhadap agama-agama lain dan
biasanya lebih aktif dalam kegiatan agamanya. Faktor-faktor yang memperngaruhi
rekreasi orang dewasa: · Kesehatan Orang-orang muda yang sehat dapat mengikuti
bentuk rekreasi yang lebih luas serta fisik lebih melelahkan dari pada mereka
yang fisiknya lemah. Namun orang-orang yang sehatpun mengurangi bentuk-bentuk
rekreasi yang melelahkan apabila mereka sudah setengah baya dan lebih banyak
menghabiskan waktu dengan hiburan dan bentuk-bentuk rekreasi yang tidak begitu
menguras tenaga. · Waktu Meskipun waktu kerja perminggu sudah di perpendek,
orang-orang muda tetap kurang waktu untuk rekreasi di bandingkan dengan sewaktu
masih remaja dulu. · Status Perkawinan Orang-orang muda yang belum menikah
umumnya tidak saja memiliki lebih banyak waktu dan uang untuk berrekreasi dari
pada mereka yang sudah berkeluarga tetapi selain itu banyak bentuk kegiatan
tersebut yang di laksanakan di luar rumah. · Status Sosio-Ekonomi Orang-orang
muda dari golongan menengah mempunyai lebih banyak waktu untuk rekreasi serta
dapat mengikuti lebih banyak bentuk rekreasi, lebih banyak menghabiskan waktu
luang sebagai penonton, dan sebagian dari kegiatan rekreasi kegiatan ini
berhubungan dengan pekerjaan misalnya membaca. · Jenis Kelamin Lepas dari soal
apakah mereka itu sudah berkeluarga atau belum, bentuk rekreasi orang muda akan
berubah secara drastis apabila ia sudah dewasa. Sebagian besar rekreasi wanita
yang sudah berkeluarga, terbatas pada bentuk-bentuk rekreasi di rumah. ·
Penerimaan Sosial Orang-orang yang dewasa muda yang populer dan yang mempunyai
banyak teman di sekolah atau di tempat kerja mempunyai lebih banyak kesempatan
untuk mengikuti bentuk-bentuk rekreasi sosial sesudah ia tamat sekolah dari
pada orang yang sewaktu bersekolah kurang populer atau yang bertempat tinggal
jauh dari teman-temannya di sekolah. 2. Minat Sosial Masa dewasa dini sebagaimana
di tekankan oleh Erickson, merupakan mata “krisis keterpencilan.” Dalam masa
ini pria dan wanita sering merasa kesepian. Havighurst telah menjelaskanbahwa
rasa kesepian pada masa dewasa terjadi karena masa ini merupakan “periode yang
relatif kurang terorganisir dalam kehidupan seseorang, yang menandai transisi
dari lingkungan yang terbagi menurut status sosial.” Menjelang usia tigapuluhan
biasanya orang muda, baik yang sudah menikah maupun yang belum telah menemukan
dirinya dan telah menyesuaikan diri dengan pancaroba itu serta telah mulai
mapan dalam pekerjaan maupun dalam pergaulannya. Dari sekian banyak pergeseran
di bidang minat dan kegiatan sosial, di bawah ini dicantumkan pergeseran atau
perubahan yang paling sulit dan paling banyak di temui. Suatu perbandingan
terhadap pola-pola minat sosial masa remaja dan dewasa menunjukkan bahwa
terdapat perubahan atau pergeseran yang radikal. a. Perubahan dalam Pergeseran
Sosial Keterlibatan dalam kegiatan sosial yang di rasakan begitu penting
sewaktu remaja karena nilai prestasinya, terpaksa di kurangi pada masa dewasa
ini. Kehidupan mereka umumnya di pusatkan di rumah dan anggota-anggota keluarga
menggantikan peran teman. Karena pola kehidupan tidak sama bagi semua orang
muda, maka volume maupun bentuk peran serta sosial juga bervariasi. b.
Perubahan dalam Persahabatan Keinginan untuk populer dan mempunyai banyak teman
mulai memudar menjelang akhir masa remaja dan terus memudar pada awal masa
dewasa, terutama pada suami-istri muda dengan kesibukan mereka yang
berorientasi pada tugas dan tanggungjawab keluarga. Mereka yang belum menikah
juga lebih selektif dalam memilih teman di banding dengan anak-anak remaja yang
tidak memilih-memilih teman. Oleh sebab itu orang dewasa tidak banyak temannya,
tetapi hubungan mereka lebih akrab. c. Perubahan dalam Kelompok Sosial
Keakraban antar teman yang ada pada masa remaja akan berlanjut ke masa dewasa.
Orang dewasa muda umumnya mempunyai kelompok teman akrab atau teman yang dapat
di percaya yang jumlahnya kecil saja. Biasanya mereka itu adalah teman-teman
lama, kecuali kalau keadaan telah berubah begitu banyak sehingga mereka tidak
lagi cocok dengan teman-teman lama. d. Perubahan Nilai Popularitas Popularitas
kurang penting bagi orang yang mendekati usia madya. Beberapa teman yang cocok
lebih bernilai dari pada kelompok besar yang kurang serasi atau yang kurang
akrab. Apabila mereka tidak di terima sepenuhnya oleh kelompok pilihan mereka,
tetapi melihat peluang untuk memperbaiki situasi mereka akan berusaha memenuhji
norma-norma kelompok, tetapi apabila hal ini tidak mungkin atau sulit
terlaksana, mereka pun tidak mempunyai motivasi untuk menyesuaikan diri dengan
standar kelompok tersebut. e. Perubahan dalam Status Kepemimpinan Orang-orang
dewasa meraih status kepemimpinan dengan berbagai cara. Ada yang terpilih
dilingkungan kantor, bisnis atau organisasi masyarakat, ada yang di tunjuk. Ada
orang menjadi pemimpin informal di masyarakat karena mereka berpengaruh
terhadap orang-orang lain, mematuhi dan mencoba untuk mengikuti pola
perilakunya. Berbagai studi kelayakan tentang kepemimpinan menyimpulkan bahwa
biasanya, “sekali orang pemimpin, tetap akan menjadi pemimpin” pengalaman yang
di perolah dari status kepemimpinan di sekolah, gengsi yang berhubungan dengan
kepemimpinan, dan rasa percaya diri menjadikan seorang menjadi seorang pemimpin
dan akan mendukungnya untuk tetap berhasil pada masa dewasa.
C. MOBILITAS SOSIAL PADA MASA DEWASA
Ada dua macam mobilitas yang penting peranannya dalam
kehidupan orang muda, yaitu mobilitas geografis dan sosial. Mobilitas geografis
berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini lebih sering di lakukan
untuk pekerjaan dari pada alasan sosial. Mobilitas sosial berarti berpindah
dari satu kelompok ke kelompok sosial yang lain. Ini bisa terjadi secara
horisontal, yaitu berpindah ke kelompok sosial lain pada tingkat yang sama,
atau secara vertikal, yaitu berpindah ke kelompok sosial yang lebih tinggi
astau lebih rendah. Umumnya orang muda ingin bergerak ke atas, hanya sedikit
yang puas berpindah ke jenjang sosial yang sama, apalagi ke jenjang yang lebih
rendah. Faktor-faktor yang paling penting untuk meningkatkan mobilitas sosial
bagi orang-orang muda,yaitu: · Tingkat pendidikan yang tinggi yang menjadi
dasar keberhasilan dalam bisnis atau bidanmg profesi, yang akan membuka jalan
bagi individu bersangkutan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang
statusnya lebih tinggi. · Kawin dengan orang yang statusnya lebih tinggi. ·
Hubungan keluarga yang membantu sebagai “katrolan” di bidang pekerjaan. ·
Penerimaan dan penerapan kebiasaan, nilai dan lambang dari suatu kelompok yang
berstatus lebih tinggi. · Uang, dari warisan atau hasil jerih payah sendiri,
yang dapat di gunakan untuk membeli rumah yang lebih bagus di lingkungan yang
lebih baik serta harta kekayaan lainnya yang dapat menyatakan status yang
tinggi. · Pindah keanggotaan gereja ke gereja yang lebih tinggi statusnya. ·
Peranserta aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dari golongan atas. ·
Lulusan perguruan tinggi yang ternama. · Keanggotaan salah satu atau beberapa
perkumpulan ekslusif.
D. PENYESUAIAN PERAN SEKS PADA MASA
DEWASA
Penyesuaian pada peran seks pada nasa dewasa benar-benar
sulit. Jauh sebelum msa remaja berakhir, anak laki-laki dan perempuan telah
menyadari pembagian peran seks yang di restui masyarakat, tetapi belum tentu
mereka mau menerimanya sepenuhnya. Banyak gadis remaja ingin berperan sebagai
seorang ibu dan istri yang baik kalau mereka dewasa nanti, tetapi setelah
dewasa mereka tidak mau menjadi istri atau pun ibu sesuai pengertian
tradisional, yaitu tunduk kepada suami, mengabdikan sebagian waktu mereka untuk
tugas kerumahtanggaan, dan hanya memiliki sedikit minat dan kegiatan luar. Ada
beberapa konsep peran seks pada dewasa: a. Konsep Tradisional Konsep peran seks
tradisional menekankan suatu pola perilaku tertentu yang tidak memperhitungkan
minat dan kemampuan individual. Peran-peran ini menekankan superioritas
maskulin dan tidak dapat mentolerir setiap sifat yang memberi kesan kewanitaan
atau pekerjaan yang di anggap “pekerjaan wanita.” · Pria Di luar rumah pria
menduduki posisi yang berwewenang dan berprestise dalam masyarakat dan bisnis,
di rumah ia pencari nafkah, pembuat keputusan, penasehat dan tokoh yang
mendisiplin anak-anak, dan model maskulinitas bagi putera-puterinya. · Wanita
Baik di rumah maupun di luar, peran wanita berorientasi pada orang lain.
Maksudnya, wanita mendapatkan kepuasan lewat pengabdian pada oprang lain. Ia
tidak di harapkan bekerja di luar rumah, kecuali bilamana keadaan finansial memaksanya,
dan apabila ini terjadi ia melakukan pekerjaan di bidang pelayanan seperti
sebagai perawat, guru atau sekretaris. b. Konsep Egalitarian Konsep-konsep
eligatarian (persamaan derajat) menekankan individualitas dan persamaan derajat
antara pria dan wanita. Suatu peran harus mendatangkan rasa kepuasan pribadi
dan seharusnya tidak dinyatakan cock hanya bagi satu jenis kelamin tertentu
saja. · Pria Di rumah maupun di luarnya pria bekerja sama dengan wanita sebagai
rekan. Ia tidak merasa “dijajah isteri” apabila ia memperlakukan isterinya
sebagai rekan yang sederajat. Begitu pula ia tidak merasa malu jika isterinya
memnpunyai pekerjaan yang lebih berpenghasilan lebih besar dari dia. · Wanita
Di rumah maupun di luarnya wanita mendapat kesempatan mengaktualisasikan
potensinya. Ia tidak merasa bersalah apabila ia memanfaatkan kemampuannya dan
pendidikannya untuk kepuasan dirinya meskipun ini berarti ia harus mengupah
orang lain untuk mengatur rumah tangga dan mengasuh anak.
E. BAHAYA PERSONAL DAN SOSIAL PADA MASA
DEWASA
Berbagai bahya yang bersifat personal dan sosial pada masa
dewasa berasal dari kegagalan untuk menguasai beberapa atau sebagian besar
tugas perkembangan yang penting pada usia tersebut, yang mengakibatkan seorang
individu tampak belum matang di banding dengan orang dewasa muda lainnya.
Hingga umur 30 tahun, lazimlah apabila pria maupun wanita kurang matang dalam
beberapa aspek perilaku tertentu, tetapi pada saat yang sama kematangan dalam
aspek perilaku lainnya tampak jelas. Beberapa rintangan yang menghambat
penguasan tugas perkembangan masa dewasa: a. Dasar yang Kurang Memadai Makin
banyak masalah yang belum terselesaikan berupa tugas perkembangan sebelumnya
yang belum di kuasai yang dibawa seseorang saat memasuki masa dewasa, maka
makin terasa lama dan sulit proses penyesuaian dari pada masa dewasa tersebut.
b. Hambatan Fisik Kesehatan yang buruk atau hambatan fisik yang menghalangi
seseorang mengerjakan apa yang di lakukan oleh orang lain pada usia yang sama
dapat menggagalkan penguasaan tugas-tugas perkembangan untuk sebagian atau
secara total. c. Latihan yang Tidak Runtut Apabila latihan yang di terima di
sekolah atau di rumah hampir tidak mempunyai kaitan atau bahkan tidak berkaitan
sama sekalidengan pola hidup masa dewasa, maka orang bersangkutan tidak akan
siap menghadapi tuntutan masa kedewasaan. d. Perlindungan yang Berlabihan
Seseorang dewasa yang memperoleh perlindungan yang berlebihan pada masa
kanak-kanaknya dan masa remajanya, biasanya mengalami banyak kesulitan dalam
menyesuaikan diri pada kehidupan orang dewasa. Banyak orang tu yang tetap
melindungi anaknya yang telah dewasa secara berlebihan sehinggadengan demikian
proses penyesuaian akan semakin sulit. e. Pengaruh Kelompok Teman Sebaya yang
Berkepanjangan Makin lama orang dewasa muda melanjutkan studi din perguruan
tinggi, atau akademi, maka makin panjang periode pengaruh teman sebaya dan
makin lama mereka berperilaku sesuai dengan standar teman kelompok sebaya itu.
Oleh sebab mereka menjadi terbiasa bersikap sebagai remaja, balajar berperilaku
sebagai orang dewasa adalah lebih sulit daripada biasanya. f. Aspirasi yang
Tidak Realistik Orang dewasa yang sangat berhasil dalam studi, sosialisasi, dan
olah raga di sekolah, sangat besar kamungkinan mengembangkan konsep yang tidak
realistik tentang kemampuan mereka. Sebagai akibatnya, mereka berharap mencapai
sukses yang sama dalam dunia orang dewasa. Aspirasi orang tua selama masa
remaja sering memperbesar masalah dalam penyesuaian diri pada masa dewasa.
KESIMPULAN
Rangkuman
atau pokok-pokok penting 1. Masa dewasa, yaitu periode yang paling panjang
dalam masa kehidupan, umunya di bagi atas tiga periode: masa dewasa dini, dari
umur delapanbelas hingga labih kurang empatpuluh tahun, masa dewasa pertengahan
atau ‘setengah umur”, dari kira-kira empatpuluh tahun hingga kurang lebih
enampuluh dan masa dewasa akhir atau “usia lanjut” dari enampuluh tahun hingga
mati. 2. Pada hal tertentu yang dapat memudahkan penguasaan tugas-tugas
perkembangan masa dewasa yaitu efisiensi fisik, kemampuan motorik dan mental,
motivasi dan suatu model panutan yang baik. 3. Karena banyak minat yang terbawa
dari masa remaja tidak lagi sesuai dengan peran sebagai orang dewasa, berbagai
perubahan pada seluruh bidang minat tidak dapat dihindarkan. Perubahan yang
terbesar adalah pengurangan keanekaragaman minat. 4. Minat pribadi pada masa
dewasa meliputi perhatian pada penampilan, pakaian dan tata rias,
lambang-lambang kedewasaan dan status uang dan agama. 5. Walaupun rekreasi bagi
orang awal dewasa mempunyai tujuan yang sama debgan kegiatan bermain di masa
kanak-kanak, rekreasi orang dewasa dalam banyak hal berbeda dari permainan masa
kanak-kanak karena terdapat perubahan pada peran-peran dan pola kehidupan. 6.
Bentuk-bentuk rekreasi yang terpenting di antara orang dewasa muda dalam budaya
Amerika sekarang ini meliputi berbincang-bincang, menjamu teman, hobi dan
hiburan, yang semuanya sebagian besar di lakukan di rumah. 7. Kegiatan sosial
pada masa dewasa sering sangat di batasi karena berbagai tekanan pekerjaan dan
keluarga. Sebagai akibatnya banyak orang dewasa muda mengalani apa yang oleh
Erikson disebut “krisis isolasi”, yaitu masa kesepian karena terisolasi dari
kelompok sosial. 8. Selama masa dewasa peran serta sosial sering terbatas dan
perubahan dalam persahabatan, pengelompokan sosial dan nilai yang di berikan
pada popularitas dan status pemimpin tidak dapat di hindari. 9. Mobilitas
sosial pada pria terutama hasil usaha sendiri, sementara pada wanita terutama
akibat pernikahan dengan pria yang berkat prestasinya mampu menaiki tangga
sosial. 10. Pada umumnya wanita yang kawin muda, mendapatkan kesulitan dalam
penyesuaian dengan peran seks pada masa dewasa, terutama jika mereka terpaksa
berperan menurut peran tradisional setelah terbiasa berperan egalitarian
sebelum pernikahan. 11. Kasulitan dalam menguasai berbagai berbagai
perkembangan masa dewasa, sering bertambah besar karena terdapat hambatan
seperti: dasar-dasar yang tidak memadai, cacat fisik, pendidikan yang tidak di
selesaikan, perlindungan orangtua yang berlebihan, pengaruh kelompok sebaya
yang berlanjut dan aspirasi yang tidak realistik. 12. Bahaya fisik yang paling
penting dan yang paling umum pada masa dewasa adalah bentuk fisik dan
penampilan yang kurang menarik yang mempersulit penyesuaian diri pribadi dengan
kehidupan sosial. 13. Dua hambatan keagamaan yang penting pada masa dewasa
yaitu penyesuaian diri pada sesuatu agama baru sebagai pengganti agama keluarga
di masa kanak-kanak dan tekanan dari sanak saudara suami atau isteri untuk
memeluk agama mereka, menghambat penyesuaian pribadi dan sosial karena
menyebabkan gangguan emosional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar